Saat itu tanggal 27 February 2000, tepatnya pada pukul 02.00 dimana keadaan malam sudah hening dan sunyi, yang hanya terdengar suara jangkrik yang saling bersahutan merdu. Tiba tiba terdengar suara yang aneh, itu bukan berasal dari suara jangrik ataupun hewan semacamnya tapi itu merupakan suara tangisan bayi laki laki yang baru lahir.
Anakku telah lahir! sahut ayahku sambil meneteskan air matanya bahagia, seketika beliau langsung mendekapku dari pangkuan suster yang sedang bertugas malam itu. Nak,, lihatlah semua menyambut kehadiranmu dengan bahagia, semua makhluk yang ada di dunia ini tersenyum mendengar isakan tangismu. Setelah itu beliau langsung mengumandangkan azan di telingaku dan memberikan ku sebuah nama yang sangat indah dan berarti bagi ku.
Anakku, ini ayahmu. Namamu Muhammad Irsyadul Hamdi. Jadilah engkau anak yang sholeh dan berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Serta semoga engkau menjadi suri tauladan bagi semua orang.
Kata kata itu masih ku ingat sampai sekarang aku berusia 16 tahun, memang sih waktu itu aku masih seorang bayi dan mustahil mengetahui itu semua. Tapi dengan khusyuknya ibuku menceritakan hal itu ketika aku berusia 10 tahun. Dan ketika beliau menceritakan itu semua air yang entah bersal darimana mulai membasahi lekuk pipiku, dan saat itu pun dengan penuh rasa kasih sayang ibuku mengusap air yang membsahi pipi ku itu.
Sampai disini dulu ya,, tunggu aja kisah selajutnya. See you next story 😂😂










0 komentar:
Posting Komentar